menu

What is - Webpack


Webpack merupakan sebuah tool yang berfungsi sebagai module bundler untuk mem-pack semua resource yang diperlukan oleh sebuah website.

Jika tanpa webpack kita harus menginputkan semua module file baik itu js atau css satu persatu dengan webpack hal tersebut sudah tidak perlu dilakukan lagi, cukup menginputkan satu file js atau css maka semua sudah terselesaikan.

Tidak hanya itu webpack juga berfungsi untuk mengubah ES6 menjadi format ES5 sehingga bisa dibaca oleh browser pada umunya, selain itu bisa mengubah preprocessor CSS seperti SASS, LESS, Stylus, dan sejenisnya menjadi sebuah file CSS yang bisa dibaca di browser.

Oke langsung saja kita mulai prakteknya, sebelumnya pastikan device sudah terinstall npm, jika sudah bisa lanjutkan ke bawah,
Pertama, install webpack dengan cara berikut,
$ mkdir webpack-tutorial
$ cd webpack-tutorial
$ npm init -y
$ npm install webpack

Selanjutnya, buat folder baru dengan nama "js" sehingga akan tampak struktur file seperti pada gambar dibawah,


Tambahkan script untuk menjalankan webpack dengan mengedit file package.json menjadi seperti ini,
{
  "name": "webpack-tutorial",
  "version": "1.0.0",
  "description": "basic webpack tutorial",
  "main": "index.html",
  "scripts": {
   "dev": "webpack --mode development",
   "build": "webpack --mode production",
    "test": "echo \"Error: no test specified\" && exit 1"
  },
  "author": "codedoct.com",
  "license": "ISC",
  "dependencies": {
    "webpack": "^4.16.5"
  },
  "devDependencies": {
    "webpack-cli": "^3.1.0"
  }
}


Setelah itu install kembali npm dengan mengetikan sintax "npm install" pada path project di terminal.


Pada file webpack.config.js isikan code berikut,
var debug = process.env.NODE_ENV !== "production";
var webpack = require('webpack');

module.exports = {
  context: __dirname,
  devtool: debug ? "inline-sourcemap" : null,
  entry: "./js/codedoct.js",
  output: {
    path: __dirname + "/js",
    filename: "codedoct.min.js"
  },
  plugins: debug ? [] : [
    new webpack.optimize.DedupePlugin(),
    new webpack.optimize.OccurenceOrderPlugin(),
    new webpack.optimize.UglifyJsPlugin({ mangle: false, sourcemap: false }),
  ],
};

Dan pada file index.html isikan code berikut,
<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>Tutorial Webpack</title>
 </head>

 <body>
  <h1>Hello Codedocters</h1>
  <div id="number">0</div>
  <button onclick="decreaseNumber()">-</button> || <button onclick="increaseNumber()">+</button>

  <script src="js/module1.js"></script>
  <script src="js/module2.js"></script>
 </body>
</html>

Buat file baru dengan nama module1.js dan module2.js kemudian isikan code berikut,

module1.js
window.increaseNumber = function() {
 var element = document.getElementById('number');
  var number = element.innerHTML;
  number++;
  element.innerHTML = number;
}

module2.js
window.decreaseNumber = function() {
 var element = document.getElementById('number');
  var number = element.innerHTML;
  number--;
  element.innerHTML = number;
}

Setelah itu buka project pada browser sehingga akan tampak seperti pada gambar dibawah,


Dapat dilihat pada gambar diatas, hasil dari inspektur halaman menunjukan bahwa tanpa webpack kita harus menginputkan file js satu persatu.

Selanjutnya kita akan mengaplikasikan webpack pada project tersebut,
Pertama, pada folder "js" buat file dengan nama codedoct.js dan import kedua file module1.js dan module2.js dengan code berikut,
import './module1.js';
import './module2.js';

Setelah itu jalankan webpack dengan cara, buka terminal masuk ke path project dan ketikan "npm run dev" untuk membuild dengan mode development atau "npm run build" untuk membuild dengan mode production, bedanya pada mode production file codedoct.min.js akan di compress menjadi 1 line saja.
Hasil webpack akan tampak seperti gambar dibawah ini,


Dan secara otomatis webpack akan membuat file baru dengan nama codedoct.min.js pada folder "js", sehingga struktur file akan terlihat seperti ini,


Terakhir masukan file codedoct.min.js tadi pada file index.html dengan mengubah file index.html menjadi seperti ini,
<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>Tutorial Webpack</title>
 </head>

 <body>
  <h1>Hello Codedocters</h1>
  <div id="number">0</div>
  <button onclick="decreaseNumber()">-</button> || <button onclick="increaseNumber()">+</button>

  <script src="js/codedoct.min.js"></script>
 </body>
</html>

Coba test kembali pada browser maka akan tampak seperti pada gambar dibawah ini,


Dapat dilihat tampilan akan bekerja sebagaimana mestinya yang menandakan hasil webpack berjalan dengan baik, coba lihat pada inspektur halaman hanya terdapat satu file js yaitu codedoct.min.js dan website berjalan dengan baik, lakukan hal yang sama juga untuk file css.
Selamat mencoba

===DONE!===

AWS - Fasting your S3 file with cloudfront


Tahukah anda jika konten terberat pada sebuah website kebanyakan adalah gambar? Ada banyak cara untuk mengoptimize kecepatan rendering data pada sebuah website salah satu cara yang harus dilakukan yaitu dengan mempercepat rendering file gambar.

Dalam hal ini AWS sudah menyediakan sebuah layanan yang bisa membantu menangani masalah tersebut yaitu dengan menggunakan cloudfront. Apa itu cloudfront?

Cloudfront merupakan sebuah layanan web yang digunakan untuk mempercepat distribusi konten web baik itu berupa konten statis maupun dinamis seperti file html, css, js, dan image kepada user client. Cloudfront mengirimkan konten melalui jaringan pusat yang disebut lokasi tepi (edge location) yang menyediakan layanan jeda waktu terendah sehingga konten dikirimkan dengan kinerja sebaik mungkin.

Berikut cara kerja dari cloudfront sendiri:
  • Jika konten sudah berada di lokasi tepi dengan jeda waktu terendah, maka cloudfront segera mengirimkannya.
  • Jika konten tidak berada di lokasi tepi tersebut, maka cloudfront mengambilnya dari tempat asal yang telah ditetapkan seperti bucket Amazon S3.

Pada dasarnya user client dapat dengan mudah menavigasi ke sebuah url dan melihat gambar dari url tersebut. Tetapi mereka mungkin tidak tahu bahwa request mereka dialihkan dari satu jaringan ke jaringan lain melalui kumpulan jaringan interkoneksi kompleks sampai akhirnya gambar itu ditemukan.

Cloudfront mempercepat distribusi konten dengan cara merutekan setiap request user client melalui jaringan backbone AWS ke lokasi tepi yang dapat melayani konten anda dengan sangat baik. Menggunakan jaringan AWS secara dramatis mengurangi jumlah jaringan yang harus dilalui oleh pengguna anda dan meningkatkan kinerja. User client mendapatkan jeda waktu lebih rendah untuk memuat byte pertama file dan kecepatan transfer data yang lebih tinggi.

Oke sekarang sudah tau kan betapa pentingnya layanan cloudfront ini untuk memaksimalkan kinerja distribusi file S3? Sekarang kita mulai saja cara setup cloudfront untuk storage S3 kita.

Jika anda belum punya bucket S3 pada AWS bisa baca disini cara setupnya.

Pertama, pada halaman home AWS kita bisa cari pada kolom pencarian ketikan saja cloudfront dan klik untuk membukanya,


Selanjutnya, akan muncul seperti gambar dibawah,


Klik tombol "Create Distribution", dan akan muncul tampilan seperti gambar dibawah,


Klik tombol "Get Started",  dan akan muncul tampilan seperti gambar dibawah,


Isi kolom pertama dengan Amazon S3 Buckets anda, kemudian biarkan field-field yang lain secara default (jika tidak mau pusing),


Klik tombol "Create Distribution" untuk segera membuat cloudfront url nya, sehingga akan muncul seperti gambar dibawah,


Dari gambar diatas kita bisa lihat pada kolom "Domain" itu merupakan url cloudfront jadi jika status cloudfront sudah "Deployed" seperti diatas itu artinya url cloudfront sudah bisa digunakan, caranya mudah yaitu tinggal ganti url S3 lama anda dengan url cloudfront misal:
url s3               ->  https://s3.us-east-2.amazonaws.com/codedoct-bucket1/image-screen.png

ganti menjadi seperti ini:
url cloudfront  ->  http://d2fm70f5trvewh.cloudfront.net/image-screen.png

Sangat mudah bukan?

===DONE!===
  

Laravel - Starter kit laravel project


Pada artikel kali ini codedoct akan memberikan dokumentasi dari project laravel yang baru saja codedoct buat yaitu sebuah project starter kit bagi anda yang ingin membuat project backend (API) laravel dengan mudah.

Clone project disini, instalasi bisa baca langsung pada readme. Bagi yg belum familiar dengan bagaimana cara clone project bisa baca disini.

Oke sekarang codedoct akan jelaskan apa saja featurenya dan cara menggunakannya.

1. Auth with RBAC (Role Base Access Controll)

Project laravel starter kit tersebut sudah support RBAC yaitu access api route dengan role sebagai dasar hak akses, misal api route get users hanya bisa di akses oleh superadmin,
Route::get('', 'UserController@getUsers')->middleware('auth.privilage:qwe123');
Jika ingin menambah multiple akses maka code akan menjadi seperti ini,
Route::get('', 'UserController@getUsers')->middleware('auth.privilage:qwe123|zxc123');
pada project sudah terdapat 2 role superadmin dengan hash_id "qwe123" dan user dengan hash_id "zxc123", anda bisa menambah sendiri user role lainnya pada table role. Sehingga anda jika kita mengakses api yang dengan role yang tidak di setujui maka akan keluar error handling,


2. Error handling

Project ini sudah mendukung berbagai error handling yang dapat di lihat pada /app/Exceptions/Handler.php

3. Doctrine migration

Untuk memudahkan dalam manajemen table maka digunakan doctrine yang di padukan dengan eloquent laravel.

4. Support payment with midtrans

Project ini sudah didukung untuk pembayaran payment gateway dengan midtrans, dimana dari client apps (ios atau android) dapat mengakses api "charge" untuk generate token yang kemudian digunakan untuk mengakses midtrans payment.


5. Support notification with Firebase

Project ini sudah mendukung push notification menggunakan firebase ke semua client dengan cara daftarkan dulu device token setiap client menggunakan api,


kemudian anda bisa push notification ke semua user atau ke user tertentu yang sudah didaftarkan device tokennya,


6. Storage file with Server or S3(AWS)

Project ini sudah mendukung penyimpanan server  atau s3 yang dapat anda atur pada file .env dengan syntax yang sangat sederhana karena sudah di handle pada ImageServices.php
if ($request->file('image')) {
  // upload image
  $uploadImage = $imageService->uploadImage($request->file('image'), 'profile', $user, 800);

  $user->image = $uploadImage;
}

7. Indonesian geograph

Sudah terdapat 3 api yang dapat memudahkan anda mendapatkan data provinsi, kota, dan kecamatan.

8. Can access API with login or public

Anda dapat mengatur API mana saja yang bisa di akses secara public, wajib, login atau keduanya. dimana anda hanya tinggal menambahkan apinya pada routes general yang ada pada file /routes/General/general.php. Akses public ini sudah di handle pada file /app/Http/Middleware/AuthenticateUserSession.php

Semua api pada postmant bisa di download disini dan tinggal di import saja pada postman anda.

===DONE!===

AWS - Manage (CRUD) S3 on laravel


Pada tutorial sebelumnya kita sudah membuat bucket S3 AWS, dan kita sudah berhasil mengupload gambar secara langsung ke S3 sekaligus membuka akses globalnya sehingga gambar bisa dibuka secaral global dengan browse path url nya.

Pada tutorial kali ini codedoct akan memberikan tutorial tentang cara memanage bucket S3 kita melalui website yang menggunakan framework Laravel, dalam hal ini kita akan mengintegrasikan S3 dengan Laravel.

Oke sebelum memulai tutorial ini pastikan Anda sudah expert dalam pemrograman PHP on Laravel jika belum silahkan ikuti tutorialnya terlebih dahulu, klik disini.

Pertama, requirement yang akan kita gunakan adalah,
  • PHP => 5.6
  • Laravel => 5.4
Buka project laravel anda, kemudian install package aws pada laravel, package yang akan kita gunakan adalah league/flysystem-aws-s3-v3, jika laravel anda sudah terinstall versi yang lain maka diremove saja terlebih dahulu karena laravel 5.1 keatas support pada flysystem-aws-s3 versi V3.
Berikut cara remove dan install,
//untuk hapus versi lama
composer remove league/flysystem-aws-s3-v2

//install versi V3
composer require league/flysystem-aws-s3-v3:~1.0

Jika sudah berhasil menambahkan package aws selanjutnya, install juga image intervention untuk mengedit image yang di upload dari sisi server,
php composer.phar require intervention/image

Kemudian buat User IAM pada AWS dengan cara,
Masuk ke akun AWS anda terlebih dahulu dan masuk ke service IAM,


Selanjutnya, akan muncul page seperti gambar dibawah,


Klik button Add user untuk membuat user baru yang akan diperuntukan untuk codedoct-bucket1 yang sudah kita buat, dan akan muncul step pembuatan user seperti pada gambar dibawah,


Isi seperti gambar diatas dengan User name* terserah anda, dan jika sudah klik button "Next:Permissions",


Pada gambar diatas klik menu "Attach existing polices directly" dan klik button "Create policy" yang akan redirect halaman baru untuk membuat policy custom khusus untuk bucket codedoct-bucket1,


Pada gambar diatas ini field Service dengan S3 dan centang "All S3 actions (s3:*)", selanjutnya pada field Resources akan muncul seperti gambar dibawah,


Pilih Specific, pada field bucket klik "Add ARN" dan muncul seperti pop up pada gambar diatas,
isi field Bucket name dengan nama bucket yang sudah kita buat yaitu codedoct-bucket1, dan klik button "Add",


Pada field Object klik "Add ARN" kemudian isi pop up nya seperti pada gambar diatas, klik button"Add" sehingga akan tampak seperti gambar dibawah,


Klik button "Review policy",  dan isi field Name dan Description seperti pada gambar dibawah,


Klik button "Create policy", kemudian kembali pada halaman Set permission sebelumnya, cari policy codedoct yang baru dibuat, centang dan klik button "Next: Review" seperti gambar dibawah,


Dan akan muncul page review seperti gambar dibawah,


Klik button "Create user", dan akan muncul seperti gambar dibawah,


Simpan Access key ID dan Secret access key untuk nanti digunakan pada .env Laravel,
Untuk mengetes apakah User IAM sudah terintegrasi dengan bucket S3 atau belum coba buka service S3 dan buka "Permissions" kita akan melihat pada list pertama "Access for your AWS account" terdapat satu akun,


Terakhir kembali pada laravel, tambahkan pada .env parameter AWS dan pendukungnya,
STORAGE_FILE=s3

AWS_KEY= isi dengan Access key ID
AWS_SECRET= isi dengan Secret access key
AWS_REGION=us-east-1
AWS_BUCKET=codedoct-bucket1

Sekarang laravel anda sudah siap mengupload file pada bucket S3 AWS, untuk code laravelnya bisa dicontoh code dibawah,
<?php
namespace App\Http\Services;

use Illuminate\Support\Facades\Storage;
use Intervention\Image\ImageManagerStatic;

class ImageService
{
    public function uploadImage($file, $folder_path, $for, $size)
    {
        $img = ImageManagerStatic::make($file);
        if ($img->getWidth()) {
            $img->resize($size, null, function ($constraint) {
                $constraint->aspectRatio();
            });
        }
        $img->stream();

        if (env('STORAGE_FILE', 'server')=='s3') {
            $path = 'images/'.$folder_path.'/'.$for->hash_id.'-'.str_random(6).'.'.$file->clientExtension();
            Storage::disk('s3')->put($path, $img->__toString());

            return $path;
        }

        return null;
    }

    public function deleteFile($file)
    {
        if (env('STORAGE_FILE', 'server')=='s3') {
            if (Storage::disk('s3')->has($file)) {
                Storage::disk('s3')->delete($file);
            }
        }

        return true;
    }

    public function getFile($file)
    {
        if (env('STORAGE_FILE', 'server')=='s3') {
            return 'https://s3.amazonaws.com/'.env('AWS_BUCKET').'/'.$file;
        }
    }
}


===DONE!===

AWS - Create bucket S3 AWS


Pada tutorial kali ini kita akan kembali bereksperimen dengan salah satu service AWS yang sangat banyak digunakan yaitu layanan penyimpanan cloud S3.

Seperti ini lah kira-kira penampakannya,


Oke langsung saja kita mulai eksperimennya,
Pertama, klik "Services" pada header dan pilih S3 sehingga akan redirect ke halaman S3, klik button "Get started" dan akan tampak seperti gambar dibawah,


Isi field bucket name sesuai dengan nama bucket yang anda inginkan, region biarkan saja default, selanjutnya akan muncul popup kedua seperti gambar dibawah,


Pada tahap diatas lewati saja, klik button "Next" dan akan tampak tahap selanjutnya,


Klik tombol "Next", dan akan tampak seperti gambar dibawah,


Dicek kembali informasi bucket S3 yang akan kita buat, kemudian klik tombol "Create bucket",


Dapat dilihat pada gambar diatas, bucket S3 berhasil dibuat dan kita sudah bisa mencoba memanage (CRUD) gambar di page tersebut, silahkan coba upload gambar jika sudah masuk ke halaman bucket anda sehingga akan tampak seperti gambar dibawah,


Coba buka pada browser url gambar seperti terlihat pada gambar diatas, anda akan mendapatkan informasi halaman seperti pada gambar dibawah,


Hal tersebut terjadi karena bucket yang kita buat belum dibuka akses globalnya, cara membukanya:
buka tab "Permissions" dan klik tombol "Bucket Policy" sehingga akan tampak seperti gambar dibawah,


Pada text editor diatas masukan code berikut,
{
    "Version": "2012-10-17",
    "Statement": [
        {
            "Sid": "PublicReadGetObject",
            "Effect": "Allow",
            "Principal": "*",
            "Action": "s3:GetObject",
            "Resource": "arn:aws:s3:::codedoct-bucket1/*"
        }
    ]
}

Dan coba lagi browse url path gambar yang anda upload tadi dan gambar akhirnya bisa diakses secara global seperti pada gambar dibawah,


===DONE!===

DevOps - Integration server with cloudflare


Pada tutorial sebelumnya kita sudah membuat server dengan menggunakan layanan cloud server AWS yaitu EC2.

Tutorial kali ini, kita akan bereksperimen untuk memetakan beberapa site yang kita buat pada server EC2 menjadi beberapa subdomain menggunakan CDN (cloudflare). sebelum memulai tutorial ini silahkan buat setting cloudflare dulu dengan cara lihat disini,

Oke langsung saja kita mulai tutorialnya,
Pertama, install dulu server webnya, dalam hal ini kita akan menggunakan apache yang bisa diinstall pada ubuntu caranya mudah
sudo apt-get update
sudo apt-get install apache2

Jika sudah coba cari pada browser IP public server anda yang dapat dilihat pada Public DNS (IPv4) jika anda menggunakan AWS,


Maka akan muncul seperti gambar berikut pada browser Anda,


Jika muncul berarti Apache sudah berhasil diinstall, selanjutnya masuk ke server AWS dan masuk ke path /var/www pada folder www buat folder baru dengan nama website_1 dan website_2, pada masing-masing folder tersebut buat file index.html dan isi dengan text terserah anda tapi berbeda satu sama lain, misal file index.html pada folder website_1 kita isi dengan "test 1" dan file index.html pada folder website_2 kita isi dengan "test 2".

Jika sudah sekarang masuk ke path /etc/apache2/site-available/ buat file baru dengan nama website1.conf dan website2.conf dan isi dengan code berikut,

website1.conf
<VirtualHost *:80>

ServerAdmin webmaster@
ServerName website1.codedoct.com
ServerAlias www.website1.codedoct.com
DocumentRoot /var/www/website_1
ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined

</VirtualHost>

website2.conf
<VirtualHost *:80>

ServerAdmin webmaster@
ServerName website2.codedoct.com
ServerAlias www.website2.codedoct.com
DocumentRoot /var/www/website_2
ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined

</VirtualHost>

Setelah itu enable config site yang baru dan reload apache dengan cara,
sudo a2ensite website1.conf
sudo a2ensite website2.conf
sudo service apache2 reload

Selanjutnya maping IP public di hosts server dengan cara masukan code berikut pada file /etc/hosts,
123.123.123.123 webiste1.codedoct.com
123.123.123.123 website2.codedoct.com

Terakhir mapping subdomain pada CDN (cloudflare) dengan cara, silahkan buka terlebih dahulu akun cloudflare anda dan masuk ke menu DNS yang terletak pada atas halaman sehingga akan tampak seperti ini,


Dan sekarang masukan nama subdomain dan IPv4 address (IP Public) anda sehingga akan tampak seperti gambar dibawah,


Lakukan hal yang sama untuk website2 seperti pada gambar diatas, jika sudah silahkan buka di browser anda kedua website tadi sehingga akan tampak seperti pada gambar dibawah,

website 1


website 2


===DONE!===