menu

Engine - Push websocket from API Laravel Part-1


Pada tutorial sebelumnya kita sudah membuat sebuah engine push notifikasi dan chat menggunakan Ratchet Laravel yang hanya terjadi antara client, lantas bagaimana jika kita ingin mengirimkan pusher tersebut melalui API pada framework Laravel? tentu akan ada beberapa tambahan setup untuk itu.

Baiklah, dari case yang ada diatas pada tutorial kali ini kita akan membuat sebuah engine untuk mengirimkan notifikasi atau chat dari sebuah API menggunakan Ratchet Laravel.

Requirements yang codedoct gunakan adalah,
  1. Laravel versi 5.4
  2. PHP versi 5.6
  3. Ratchet cboden versi 0.4
  4. ZMQ versi 0.3
Sebelum memulai, pastikan ZeroMQ sudah terinstall pada PHP dan web server, jika belum klik disini(MAC OS).

Oke langsung saja kita mulai eksperimennya.
Pertama, install dulu requirement yang kita butuhkan, edit file composer.json dengan menambahkan code berikut,
"require": {
 "cboden/ratchet": "0.4.*",
 "react/zmq": "0.3.*"
}
dan update file composer,
$ composer update

Selanjutnya, buat file command laravel untuk dijalankan di server dengan cara,
$ php artisan make:command WebSocketServer --command=websocket:init

Syntax di atas akan secara otomatis membuat file baru dengan nama WebSocketServer.php pada path app/Console/Commands/ edit file tersebut sehingga akan tampak seperti ini,
<?php

namespace App\Console\Commands;

use Ratchet\Server\IoServer;
use Ratchet\Http\HttpServer;
use Ratchet\WebSocket\WsServer;
use Ratchet\Wamp\WampServer;

use React\EventLoop\Factory;
use React\ZMQ\Context;
use React\Socket\Server;

use Illuminate\Console\Command;
use App\Http\Controllers\Thirdparty\WebSocketPusherController;

class WebSocketServer extends Command
{
    /**
     * The name and signature of the console command.
     *
     * @var string
     */
    protected $signature = 'websocket:init';

    /**
     * The console command description.
     *
     * @var string
     */
    protected $description = 'Command description';

    /**
     * Create a new command instance.
     *
     * @return void
     */
    public function __construct()
    {
        parent::__construct();
    }

    /**
     * Execute the console command.
     *
     * @return mixed
     */
    public function handle()
    {
        $this->info("start server");
        $loop   = Factory::create();
        $pusher = new WebSocketPusherController;

        // Listen for the web server to make a ZeroMQ push after an ajax request
        $context = new Context($loop);
        $pull    = $context->getSocket(\ZMQ::SOCKET_PULL);

        // Binding to 127.0.0.1 means the only client that can connect is itself
        $pull->bind('tcp://127.0.0.1:5555');
        $pull->on('message', array($pusher, 'onBlogEntry'));

        // Binding to 0.0.0.0 means remotes can connect
        $webSock = new Server('0.0.0.0:8080',$loop);
        $webServer = new IoServer(
            new HttpServer(
                new WsServer(
                    new WampServer(
                        $pusher
                    )
                )
            ),
            $webSock
        );

        $loop->run();
    }
}

Pada code diatas kita membuat sebuah depedency dengan sebuah file WebSocketPusherController, buat file baru dengan nama WebSocketPusherController.php pada path app/Http/Controllers/Thirdparty/ dan isi dengan code berikut,
<?php

namespace App\Http\Controllers\Thirdparty;

use Ratchet\ConnectionInterface;
use Ratchet\Wamp\WampServerInterface;

class WebSocketPusherController implements WampServerInterface {
     /**
     * A lookup of all the topics clients have subscribed to
     */
    protected $subscribedTopics = array();

    public function onSubscribe(ConnectionInterface $conn, $topic) {
        $this->subscribedTopics[$topic->getId()] = $topic;
    }

    /**
     * @param string JSON'ified string we'll receive from ZeroMQ
     */
    public function onBlogEntry($entry) {
        $entryData = json_decode($entry, true);

        // If the lookup topic object isn't set there is no one to publish to
        if (!array_key_exists($entryData['type'], $this->subscribedTopics)) {
            return;
        }
        $topic = $this->subscribedTopics[$entryData['type']];

        // re-send the data to all the clients subscribed to that category
        $topic->broadcast($entryData);
    }

    /* The rest of our methods were as they were, omitted from docs to save space */
    public function onUnSubscribe(ConnectionInterface $conn, $topic) {
    }
    public function onOpen(ConnectionInterface $conn) {
    }
    public function onClose(ConnectionInterface $conn) {
    }
    public function onCall(ConnectionInterface $conn, $id, $topic, array $params) {
        // In this application if clients send data it's because the user hacked around in console
        $conn->callError($id, $topic, 'You are not allowed to make calls')->close();
    }
    public function onPublish(ConnectionInterface $conn, $topic, $event, array $exclude, array $eligible) {
        // In this application if clients send data it's because the user hacked around in console
        $conn->close();
    }
    public function onError(ConnectionInterface $conn, \Exception $e) {
    }
}

Code websocket server diatas akan kita panggil melalui command php artisan untuk itu kita harus menambahkannya pada kernel laravel, yang terletak pada path app/Console/ dengan nama file Kernel.php edit bagian command menjadi seperti ini,
/**
     * The Artisan commands provided by your application.
     *
     * @var array
     */
    protected $commands = [
        Commands\WebSocketServer::class,
    ];

Oke jika semua sudah selesai saatnya kita coba run WebSocketServer nya dengan cara,
$ php artisan websocket:init

Sehingga akan tampak seperti ini tampilannya,


===DONE!===

Engine - Install zeroMQ and binding PHP ZMQ (MAC OS)


Pada tutorial kali ini codedoct akan share pengalaman saat setup ZMQ di MAC OS, apa itu ZMQ? ZMQ merupakan sebuah library yang dirancang khusus untuk bertransfer data dengan performa tinggi secara asyncronus. Singkat kata ZMQ ini adalah library yang akan kita gunakan untuk mempush notifikasi/chat ke websocket melalui sebuah API (server-side).

Codedoct menggunakan XAMPP sebagai web server di komputer lokal.
Oke langsung saja kita setup ZMQ-nya,

Pertama install ZMQ terlebih dahulu dengan cara,
$ brew install zmq
Selanjutnya binding php-zmq
$ cd
$ git clone git://github.com/mkoppanen/php-zmq.git
$ cd php-zmq
$ phpize && ./configure
$ make && make install
Kemudian tambahkan extension zmq.so ke file php.ini yang ada di path /xamppfiles/etc/ seperti ini,
[PHP]
extension=zmq.so
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
; About php.ini   ;
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

Oke kita sudah membinding zmp ke php apache yang ada di local komputer tapi apakah pada CLI nya sudah? cek dengan cara buat sebuah file dengan nama phpinfo.php pada htdocs dan browse file tersebut pada browser sehingga akan muncul gambar seperti dibawah,


Coba cari "zmq", jika tidak ditemukan berarti zmq belum terinstall pada CLI, cara menginstallnya mudah, pada langkah diatas kita sudah membinding php-zmq masuk kembali ke folder home tempat menginstal zmq, di folder tersebut kita akan menemukan folder dengan nama php-zmq masuk ke folder modules dan copy file zmq.so,


Kemudian letakkan di path extension php CLI pada XAMPP, untuk mengetahui dimana letak path extension php CLI dapat dilakukan dengan cara browse kembali phpinfo.php dan cari "extension" sehingga akan tampak seperti ini,


Nah sekarang copy kan file zmq.so tadi ke path tersebut,


Terakhir coba refresh kembali halaman phpinfo.php, kemudian cari kembali "zmq" dan kita akan menemukannya, yang berarti ZMQ sudah berhasil terinstall dengan baik di php CLI.


===DONE!===

Ubuntu - Deploy websocket server Laravel in EC2(AWS) part-2


Melanjutkan tutorial sebelumnya kita sudah mensetting port pada EC2 server dan menjalankan serverpilot. Nah tibalah pada masalah secure website yang menggunakan "https", ada dua cara untuk mengatasi masalah ini.

Yang pertama dengan menyediakan secure websocket server dengan code seperti dibawah,
<?php
namespace App\Console\Commands;
use Illuminate\Console\Command;
use Ratchet\Server\IoServer;
use Ratchet\Http\HttpServer;
use Ratchet\WebSocket\WsServer;
use React\EventLoop\Factory;
use React\Socket\SecureServer;
use React\Socket\Server;
use App\Http\Controllers\WebSocketController;
class WebSocketSecureServer extends Command
{
    /**
     * The name and signature of the console command.
     *
     * @var string
     */
    protected $signature = 'websocketsecure:init';
    /**
     * The console command description.
     *
     * @var string
     */
    protected $description = 'Command description';
    /**
     * Create a new command instance.
     *
     * @return void
     */
    public function __construct()
    {
        parent::__construct();
    }
    /**
     * Execute the console command.
     *
     * @return mixed
     */
    public function handle()
    {
        $loop   = Factory::create();
        $webSock = new SecureServer(
            new Server('0.0.0.0:8091', $loop),
            $loop,
            array(
                'local_cert'        => 'C:/xampp/apache/conf/ssl.crt/server.crt', // path to your cert
                'local_pk'          => 'C:/xampp/apache/conf/ssl.key/server.key', // path to your server private key
                'allow_self_signed' => TRUE, // Allow self signed certs (should be false in production)
                'verify_peer' => FALSE
            )
        );
        // Ratchet magic
        $webServer = new IoServer(
            new HttpServer(
                new WsServer(
                    new WebSocketController()
                )
            ),
            $webSock
        );
        $loop->run();
    }
}

Tapi saya tidak menganjurkan menggunakan cara diatas dikarenakan cara itu hanya berlaku untuk websocket yang menggunakan ratchet jika suatu saat kita akan menggunakan websocket lain maka kita harus mensetup untuk secure servernya juga, sangat merepotkan bukan?. Maka dari itu codedoct menyarankan untuk mensetting langsung pada servernya dengan cara mengalihkan secure connection "wss" ke unsecure connection "ws" dengan menggunakan server proxy.

Oke kita mulai saja setup secure connectionnya,
Pertama, silahkan enabled modul proxy nya terlebih dahulu dengan cara,
$ sudo a2enmod proxy
$ sudo a2enmod proxy_http
$ sudo service apache2 restart

Kemudian, karna saya menggunakan apache2 untuk menjalankan server web yang saya miliki maka buka apache.conf dengan cara,
$ vim /etc/apache2/apache2.conf

Selanjutnya tambahkan code dibawah pada baris paling atas,
ProxyRequests off
SSLProxyEngine on
SSLProxyVerify none
SSLProxyCheckPeerCN off
SSLProxyCheckPeerName off

ProxyPass /wss2/ ws://<ip public>:8080/

Setelah itu ubah connection websocket pada halaman client menjadi seperti ini,
<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>user 1</title>
 </head>
 <body>
  <button onclick="register()">Register</button><br>
  <button onclick="send()">Send</button>

  <script>
   var conn = new WebSocket('wss://<url domain>/wss2/');

   conn.onopen = function(e) {
      console.log("Connection established!");
      setInterval(register, 60000);//1minute keep connection
   };

   conn.onmessage = function(e) {
      console.log(e.data);
   };

   function register() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "register", userId: "1"}));
   }

   function send() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "message", to: "2", from: "1", data: {message: "halo user 2"}}));
   }
  </script>
 </body>
</html>

Dan untuk mengetestnya kita tidak bisa menggunakan IP public dari server EC2 yang kita miliki karena jika dipaksa untuk mengakses dengan https maka secure connection websocket akan error karena ketidak mampuan dari server yang di akses melalui IP public untuk melakukan self-signed certificates.

Untuk itu kita harus menggunakan domain yang telah di integrasikan dengan sebuah CDN dalam hal ini codedoct menggunakan cloudflare bisa baca disini untuk setupnya.

Terakhir silahkan akses kembali page websocket anda menggunakan url domain anda dengan secure connection "https".

===DONE!===

Ubuntu - Deploy websocket server Laravel in EC2(AWS) part-1


Pada tutorial sebelumnya kita sudah membuat sebuah engine chat/notifikasi menggunakan ratchet laravel, tutorial kali ini kita akan mendeploy engine tersebut ke server.

Server yang digunakan adalah EC2 instance dari AWS dengan OS Ubuntu 16.04.

Oke langsung saja kita mulai eksperimennya, pertama silahkan deploy terlebih dahulu project websocket kita ke server jika sudah coba jalankan websocket pada server dengan cara seperti di tutorial sebelumnya,
$ php artisan websocket:init
Dan coba akses di IP public server  dengan port yg sudah kita set menjadi misal 8080, hasilnya pasti akan error karena pada AWS kita harus membuka port tersebut terlebih dahulu agar bisa di akses dari public caranya,

Masuk ke halaman service EC2,


Kemudian pada bagian bawah halaman akan terlihat bagian security groups seperti ini,


Klik launch-wizard-2 karena itu merupakan settingan yang codedoct pakai, maka akan terlihat seperti gambar dibawah,


Buka tab Inbound seperti diatas kemudian klik button edit, dan akan muncul popup seperti gambar dibawah,


Tambahkan Custom TCP dan isi seperti baris paling bawah pada gambar diatas dan terakhir klik button "save"

Sekarang buka kembali page IP public kita pada browser beserta portnya dan pasti akan terbuka, selanjutnya apakah kita akan menjalankan websocket pada terminal ssh terus-menerus? tentu tidak karena ssh sendiri akan time out dan server websocket kita akan mati dengan sendirinya, oleh sebab itu kita akan menjalankan server websocket pada background processing menggunakan "supervisor" caranya mudah,

Pertama, install terlebih dahulu supervisornya,
$ sudo apt-get install supervisor
$ sudo service supervisor restart

Selanjutnya buat sebuah folder / directory pada server sebagai tempat menyimpan file configurasi supervisor kita, kita akan buat folder baru dengan nama supervisor pada path /var/www/ kemudian pada folder tersebut buat file bernama websocket.conf dengan cara,
$ vim websocket.conf

Kemudian isi file tersebut dengan code berikut, untuk beberapa sintax ubuntu bisa lihat disini,
[unix_http_server]
file = /tmp/supervisor.sock

[supervisord]
logfile          = ./logs/supervisord.log
logfile_maxbytes = 50MB
logfile_backups  = 10
loglevel         = info
pidfile          = /tmp/supervisord.pid
nodaemon         = false
minfds           = 1024
minprocs         = 200

[rpcinterface:supervisor]
supervisor.rpcinterface_factory = supervisor.rpcinterface:make_main_rpcinterface

[supervisorctl]
serverurl = unix:///tmp/supervisor.sock

[program:ratchet]
command                 = php artisan websocket:init
directory               = /var/www/project-websocket
process_name            = Ratchet
numprocs                = 1
autostart               = true
autorestart             = true
user                    = root
stdout_logfile          = ./logs/info.log
stdout_logfile_maxbytes = 1MB
stderr_logfile          = ./logs/error.log
stderr_logfile_maxbytes = 1MB

Terakhir, jalankan websocket.conf dengan supervisor,
$ sudo supervisord -c websocket.conf
Jika tidak ada error muncul silahkan keluar dari ssh server dan coba test kembali websocket project kita dengan mengakses IP public beserta portnya, hasilnya websocket server tetap running meskipun ssh sudah tertutup.

===DONE===

Engine - Notifikasi/chat laravel websocket using Ratchet part-2


Pada tutorial sebelumnya kita sudah membuat handling untuk websocket dari sisi server, tutorial kali ini kita akan membuat handling dari sisi client dimana client akan bertindak sebagai penerima pesan atau notifikasi dari websocket dan juga mampu untuk mengirim pesan dan notifikasi ke server websocket.

Oke kita mulai saja eksperimennya, pertama buka kembali project laravel yang sudah kita buat sebelumya, kemudian kita akan membuat 4 route baru untuk 4 url yang akan kita gunakan untuk testing websocket ini dengan mengedit file web.php pada path routes/
<?php

/*
|--------------------------------------------------------------------------
| Web Routes
|--------------------------------------------------------------------------
|
| Here is where you can register web routes for your application. These
| routes are loaded by the RouteServiceProvider within a group which
| contains the "web" middleware group. Now create something great!
|
*/

Route::group(array('prefix' => 'test/chat'), function() {
  Route::get('user_1', function() {
    return View::make('test.chat.user-1');
  });
  Route::get('user_2', function() {
    return View::make('test.chat.user-2');
  });
  Route::get('user_admin', function() {
    return View::make('test.chat.user-admin');
  });
  Route::get('user_vendor', function() {
    return View::make('test.chat.user-vendor');
  });
});

Route::get('/', function () {
    return view('welcome');
});

Setelah itu kita akan membuat UI atau tampilannya dengan membuat 4 file baru pada path resources/views/test/chat/ masing-masing file tersebut:

user-1.blade.php
<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>user 1</title>
 </head>
 <body>
  <button onclick="register()">Register</button><br>
  <button onclick="send()">Send</button>

  <script>
   var conn = new WebSocket('ws://0.0.0.0:8080');

   conn.onopen = function(e) {
      console.log("Connection established!");
      setInterval(register, 60000);//1minute keep connection
   };

   conn.onmessage = function(e) {
      console.log(e.data);
   };

   function register() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "register", userId: "1"}));
   }

   function send() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "message", to: "2", from: "1", data: {message: "halo user 2"}}));
   }
  </script>
 </body>
</html>

user-2.blade.php
<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>user 2</title>
 </head>
 <body>
  <button onclick="register()">Register</button><br>
  <button onclick="send()">Send</button><br>

  <script>
   var conn = new WebSocket('ws://0.0.0.0:8080');

   conn.onopen = function(e) {
      console.log("Connection established!");
      setInterval(register, 60000);//1minute keep connection
   };

   conn.onmessage = function(e) {
      console.log(e.data);
   };

   function register() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "register", userId: "2"}));
   }

   function send() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "message", to: "1", from: "2", data: {message: "halo user 1"}}));
   }
  </script>
 </body>
</html>

user-admin.blade.php
<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>user admin</title>
 </head>
 <body>
  <button onclick="register()">Register</button><br>
  <button onclick="send()">Send to user</button><br>
  <button onclick="sendA()">Send to global (khusus admin)</button><br>

  <script>
   var conn = new WebSocket('ws://0.0.0.0:8080');

   conn.onopen = function(e) {
      console.log("Connection established!");
      setInterval(register, 60000);//1minute keep connection
   };

   conn.onmessage = function(e) {
      console.log(e.data);
   };

   function register() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "register", userId: "3"}));
   }

   function send() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "message", to: "1", from: "3", data: {message: "halo user 1"}}));
   }

   function sendA() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "sendAll", data: {message:"halo global"}, from: "3"}));
   }
  </script>
 </body>
</html>

user-vendor.blade.php
<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <meta charset="utf-8">
  <title>user vendor</title>
 </head>
 <body>
  <button onclick="register()">Register</button><br>
  <button onclick="send()">Send to user</button><br>
  <button onclick="sendC()">Send to connection (khusus vendor)</button>

  <script>
   var conn = new WebSocket('ws://0.0.0.0:8080');

   conn.onopen = function(e) {
      console.log("Connection established!");
      setInterval(register, 60000);//1minute keep connection
   };

   conn.onmessage = function(e) {
      console.log(e.data);
   };

   function register() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "register", userId: "4"}));
   }

   function send() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "message", to: "2", from: "4", data: {message: "halo user 2"}}));
   }

   function sendC() {
    conn.send(JSON.stringify({command: "sendConnection", data: {message: "halo kampret - kampret"}, to: [1,2]}));
   }
  </script>
 </body>
</html>

Jika sudah selesai semua saatnya kita test saya akan test dengan 3 browser yang berbeda yaitu chrome, safari, dan firefox dan hasilnya akan tampak seperti ini,


Cara ngetestnya mudah pertama klik tombol register dulu untuk masing-masing page, ini berguna untuk mendaftarkan ID resources atau ID dari masing-masing page pada websocket, agar page tersebut dapat dikirimi chat atau notifikasi dari suatu user.

Pada user admin terdapat tombol "Send to global (khusus admin)" ini berguna untuk mengirim sebuah chat atau notifikasi kepada semua page yang sudah terdaftar dengan mengklik tombol register tadi, sedangkan tombol "Send to connection (khusus vendor)" digunakan untuk mengirim chat atau notifikasi kepada group tertentu dengan memberikan array user id yang terdaftar.

===DONE!===

Engine - Notifikasi/chat laravel websocket using Ratchet part-1


Tidak terasa sudah lebih dari 2 bulan tidak menulis akhirnya diberi kesempatan lagi untuk berkarya. Pada artikel kali ini codedoct akan membagikan cara membuat sebuah chat engine menggunakan websocket dengan teknologi ratchet yang akan dikombinasikan dengan laravel.

Sebelum memulai codedoct akan memberitahu teknologi apa saja yang akan digunakan secara detail,
  1. Laravel versi 5.4
  2. PHP versi 5.6
  3. Ratchet cboden versi 0.4
Oke sekarang saatnya kita mulai, Pertama install terlebih dahulu ratchetnya pada laravel dengan cara,
$ composer require cboden/ratchet

Selanjutnya, buat file command laravel untuk dijalankan di server dengan cara,
$ php artisan make:command WebSocketServer --command=websocket:init

Syntax di atas akan secara otomatis membuat file baru dengan nama WebSocketServer.php pada path app/Console/Commands/ edit file tersebut sehingga akan tampak seperti ini,
<?php

namespace App\Console\Commands;

use Illuminate\Console\Command;
use Ratchet\Server\IoServer;
use Ratchet\Http\HttpServer;
use Ratchet\WebSocket\WsServer;
use React\EventLoop\Factory;
use App\Http\Controllers\WebSocketController;

class WebSocketServer extends Command
{
    /**
     * The name and signature of the console command.
     *
     * @var string
     */
    protected $signature = 'websocket:init';

    /**
     * The console command description.
     *
     * @var string
     */
    protected $description = 'Command description';

    /**
     * Create a new command instance.
     *
     * @return void
     */
    public function __construct()
    {
        parent::__construct();
    }

    /**
     * Execute the console command.
     *
     * @return mixed
     */
    public function handle()
    {
        $this->info("start server");
        $server = IoServer::factory(
             new HttpServer(
                 new WsServer(
                     new WebSocketController()
                 )
             ),
             8080
        );
        $server->run();
    }
}

Terlihat pada code diatas kita menambahkan file WebSocketController.php terserah kalian meletakkannya dipath mana saja, dalam hal ini codedoct meletakkan pada path app\Http\Controllers\, silahkan edit file terbut sehingga akan tampak seperti ini,
<?php

namespace App\Http\Controllers\Thirdparty;

use Ratchet\MessageComponentInterface;
use Ratchet\ConnectionInterface;
/**
 * @author Mihawk | codedoct.com
 */
class WebSocketController implements MessageComponentInterface
{
    protected $clients;
    private $users;
    private $userresources;
    public function __construct()
    {
        $this->clients = new \SplObjectStorage;
        $this->users = [];
        $this->userresources = [];
    }
    /**
     * [onOpen description]
     * @method onOpen
     * @param  ConnectionInterface $conn [description]
     * @return [JSON]                    [description]
     * @example connection               var conn = new WebSocket('ws://localhost:8090');
     */
    public function onOpen(ConnectionInterface $conn)
    {
        $this->clients->attach($conn);
        $this->users[$conn->resourceId] = $conn;
    }
    /**
     * [onMessage description]
     * @method onMessage
     * @param  ConnectionInterface $conn [description]
     * @param  [JSON.stringify]          $msg  [description]
     * @return [JSON]                    [description]
     * @example sendAll                  conn.send(JSON.stringify({command: "sendAll", data: {message:"halo global"}, from: "3"}));
     * @example sendConnection           conn.send(JSON.stringify({command: "sendConnection", data: "halo kampret - kampret", to: [1,2]}));
     * @example message                  conn.send(JSON.stringify({command: "message", to: "1", from: "9", message: "it needs xss protection"}));
     * @example register                 conn.send(JSON.stringify({command: "register", userId: 9}));
     */
    public function onMessage(ConnectionInterface $conn, $msg)
    {
        $data = json_decode($msg);
        if (isset($data->command)) {
            switch ($data->command) {
                case "sendAll":
                    if ($data->from) {
                        foreach ($this->userresources as $key => $resources) {
                            if ($key != $data->from) {
                                foreach ($resources as $resourceId) { //setiap user ID bisa buka di banyak browser
                                    if (isset($this->users[$resourceId])) {
                                        $this->users[$resourceId]->send(json_encode($data->data));
                                    }
                                }
                            }
                        }
                    }
                break;
                case "sendConnection":
                    if (count($data->to)>0) {
                        foreach ($this->userresources as $key => $resources) {
                            if (in_array($key, $data->to)) {
                                foreach ($resources as $resourceId) { //setiap user ID bisa buka di banyak browser
                                    if (isset($this->users[$resourceId])) {
                                        $this->users[$resourceId]->send(json_encode($data->data));
                                    }
                                }
                            }
                        }
                    }
                break;
                case "message":
                    if ($data->from && $data->to) {
                        if ( isset($this->userresources[$data->to]) ) {
                            foreach ($this->userresources[$data->to] as $key => $resourceId) {
                                if ( isset($this->users[$resourceId]) ) {
                                    $this->users[$resourceId]->send(json_encode($data->data));
                                }
                            }
                        }
                        if (isset($this->userresources[$data->from])) {
                            foreach ($this->userresources[$data->from] as $key => $resourceId) {
                                if ( isset($this->users[$resourceId])  && $conn->resourceId != $resourceId ) { //jika buka di browser yg berbeda
                                    $this->users[$resourceId]->send(json_encode($data->data));
                                }
                            }
                        }
                    }
                break;
                case "register":
                    if (isset($data->userId)) {
                        if (isset($this->userresources[$data->userId])) {
                            if (!in_array($conn->resourceId, $this->userresources[$data->userId]))
                            {
                                $this->userresources[$data->userId][] = $conn->resourceId;
                            }
                        }else{
                            $this->userresources[$data->userId] = [];
                            $this->userresources[$data->userId][] = $conn->resourceId;
                        }
                    }
                    // $conn->send(json_encode($this->users));
                    $conn->send(json_encode($this->userresources));
                break;
                default:
                    $example = array(
                        'methods' => [
                                    "send to all" => '{command: "sendAll", data: {message:"halo global"}, from: "3"}',
                                    "send to group" => '{command: "sendConnection", data: "halo kampret - kampret", to: [1,2]}',
                                    "message" => '{command: "message", to: "1", from: "2", data: {message:"halo gan"}',
                                    "register" => '{command: "register", userId: 9}',
                                ],
                    );
                    $conn->send(json_encode($example));
                break;
            }
        }
    }
    public function onClose(ConnectionInterface $conn)
    {
        $this->clients->detach($conn);
        echo "Connection {$conn->resourceId} has disconnected\n";
        unset($this->users[$conn->resourceId]);
        foreach ($this->userresources as &$userId) {
            foreach ($userId as $key => $resourceId) {
                if ($resourceId==$conn->resourceId) {
                    unset( $userId[ $key ] );
                }
            }
        }
    }
    public function onError(ConnectionInterface $conn, \Exception $e)
    {
        echo "An error has occurred: {$e->getMessage()}\n";
        $conn->close();
    }
}

Code websocket server diatas akan kita panggil melalui command php artisan untuk itu kita harus menambahkannya pada kernel laravel, yang terletak pada path app/Console/ dengan nama file Kernel.php edit bagian command menjadi seperti ini,
/**
     * The Artisan commands provided by your application.
     *
     * @var array
     */
    protected $commands = [
        Commands\WebSocketServer::class,
    ];

Oke jika semua sudah selesai saatnya kita coba run WebSocketServer nya dengan cara,
$ php artisan websocket:init

Sehingga akan tampak seperti ini tampilannya,


===DONE!===